Sejarah mengabarkan bahwa yesus pernah di gebukin tentara romawi macam copet di gebukin masa di pasar umum kemudian di sesah dan harus memikul kayu salib kemudian di salib, sebenarnya hal tersebut sudah membuktikan bahwa yesus bukan lah tuhan, suatu hal yang mustahil jika tuhan selemah itu, Tuhan yang telah menciptakan jagat raya, yang telah membelah lautan untuk nabi musa, Tuhan yang telah menimpakan bencana kepada kaum sodom dan membalikan kotanya hingga ke dalam bumi sampai sampai mengubur bibit bibit penyakit AIDS sejak jaman dahulu kala... tidaklah mungkin selemah itu bisa di gebukin hanya oleh sekelompok tentara romawi walau dengan alasan apapun apalagi jika alasanya adalah untuk menebus dosa warisan, mungkinkah tuhan takluk oleh dosa...? memang sehebat apakah dosa itu...
Begitu juga dengan halnya firman yang di percaya sebagai tuhan mana mungkin berfirman bahwa dirinya tidak bisa apa apa dan kesaksianya adalah tidak benar ????
"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."
"Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar" yohanes 5:30-31
Percayakah anda bahwa firman atau 'tuhan' menyatakan dalam firmanya sendiri bahwa kesaksianya adalah "tidak benar"???
Berikut di bawah adalah beberapa alasan lagi bahwa yesus bukan tuhan:
1. Maria mengandung kemudian melahirkan Yesus
“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engakau menamai Dia Yesus.” (Lukas 1:31).
Injil Lukas juga berbicara tentang nubuat
Yesus yang akan dikandung dan dilahirkan oleh wanita. Tuhan menubuatkan
kelahirannya Yesus melalui kandungan seorang wanita yang bernama Maria.
Yang namanya dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pasti dia itu
makhluk ciptaan-Nya seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tidak mungkin
jika Tuhan yang menubuatkan akan dilahirkan sendiri menjadi manusia yang
berproses selama lebih kurang sembilan bulan.
- Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pastilah manusia, bukan Tuhan.
- Yesus dikandung dan dilahirkan oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Dan ketika genap delapan
hari dan ia harus disunatkan, ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang
disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21).
Orang yang paling mengetahui siapa
sebenarnya anaknya adalah orangtuanya sendiri, apalagi ibunya yang
melahirkannya. Belum pernah terbesit dalam mulut ibunya (Maryam)
mengatakan atau memberikan kesaksian kepada umat manusia saat itu, bahwa
anaknya yang dia lahirkan itu bernama Yesus adalah Tuhan atau Allah itu
sendiri yang menjelma jadi manusia. Ibu dan bapaknya menyunatkan Yesus
tepat pada hari ke delapan sesuai dengan firman Allah kepada mereka
yaitu dalam kitab Kejadian 17:12 yang berbunyi :
“Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun ….”
Jika Yesus itu Tuhan, apakah Tuhan perlu bersunat? Karena Yesus itu manusia, maka dia wajib bersunat, mengikuti perintah Tuhan.
3. Yesus diserahkan kepada Tuhan
“Dan ketika genap waktu
pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem
untuk menyerahkannya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hokum
Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” (Lukas 2:22-23).
Menurut Alkitab setiap anak lak-laki
harus ditahirkan (disucikan) menurut Hukum Taurat Musa, termasuk Yesus
harus mengikuti hokum taurat Musa untuk disucikan dan dikuduskan oleh
Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, apakah perlu Tuhan harus disucikan dan
dikuduskan lagi? Jika Yesus itu Tuhan, berarti dia sendiri Yang Maha
Suci dan Maha Kudus bukan? Timbul pertanyaan, apakah Tuhan perlu
disucikan dan dikuduskan lagi oleh Tuhan??
4. Yesus dipanggil “nak” oleh kedua orang tuanya
“Dan ketika orang tuanya
melihat dia, tercenganglah merea, lalau kata ibunya kepadanya: “Nak,
mengapa kamu berbuat demikian terhadap kami? Bapamu dan aku cemas
mencari Engkau.” (Lukas 2:48).
Seperti sudah dijelaskan pada ayat-ayat
sebelumnya, bahwa yang paling mengetahui siapa anaknya, adalah ibunya
yang melahirkan dia. Ibu bapaknya memanggil Yesus dengan sebutan “nak”,
berarti Yesus itu adalah anak mereka, anak manusia, bukan Tuhan! Sangat
tidak masuk akal jika Tuhan punya orang tua, ibu dan ayah. Buktinya
tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab, dimana ibunya dan bapaknya pernah
menyembah kepada Yesus anaknya sebagai Tuhan atau Allah itu sendiri. Dan
tidak sekalipun ibu bapaknya memberikan kesaksian kepada umat manusia
pada saat itu, bahwa anaknya yang bernama Yesus adalah Allah atau Tuhan
semesta alam yang harus disembah oleh semua manusia, karena dia adalah
Tuhan yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah! Jika ibu bapaknya
pernah mengatakan bahwa anak yang dilahirkan itu bernama Tuhan, tentu
para penulis injil akan mengabadikannya dalam injil.
5. Yesus diasuh ibunya dan semakin besar dan semakin dikasihi Allah
“Lalu Ia pulang bersama-sama
dengan mereka ke Nazaret; dan ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan
ibu-Nya menyimpan sema perkara di dalam hatinya. (52) dan Yesus makin
bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin
dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:51-52)
Ayat tersebut mengisahkan tentang
perbuatan Yesus ketika dia berumur dua belas tahun sudah mulai
berdakwah. Karena Yesus sering pergi tanpa setahu orang tuanya, maka
cemaslah orang tuanya mencari-cari dia. Setelah ditemukan, mereka
membawa pulang anak itu yang masih berumur dua belas tahun yaitu Yesus.
Yesus diasuh oleh orang tuanya dan semakin bertambah besar dan semakin
dikasihi oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan sejak
dilahirkan sampai dewasa diasuh oleh manusia selama puluhan tahun. Jika
Yesus itu Tuhan, maka orang pertama yang paling tahu, adalah ibunya
yang mengandung, melahirkan dan merawatnya. Apa kata dunia jika seorang ibu menceboki 'tuhan'....
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).
Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan !Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :
Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !
Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!
Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.
1. Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !
2. Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!
2. Kelahiran Yesus Kristus
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1 : 21).
Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Maryam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Umat yaitu Bani Israel.
Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.
Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.
7. Yesus dikasihi oleh Tuhan.
“Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah AKu berkenan.” (Matius 3:17).
Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhanyang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi yang ia dengar? Bukankah Tuhan itu hanya satu?
Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
esus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
8. Yesus dibaptis oleh Yohanes
“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13).
Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu “pembabtisan”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibaptis padahal pengertian baptis adalah pencucin dari dosa dosa "warisan", tidaklah mungkin tuhan mempunyai dosa hingga harus di baptis. Sendainya jiklau apabila yesus sudah di baptis maka apakah mungkin yesus beragama christian / kristen...???
Tidak ada seorang pun yang bisa memastikan bahwa yesus beragama christian karena kristen muncul jauh setelah yesus di salib, berdasarkan surat paulus dalam kisah para rasul 11:26 disebutkan bahwa
"Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."
Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.
9. Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun
“Ketika yesus memulai
pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut
anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Lukas 3:23).
Ayat tersebut menceritakan tentang
silsilah Yesus yang memulai pekerjaannya ketika dia berumur kira-kira
tiga puluh tahun. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan baru
memulai bekerja ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun??
10. Yesus Pemimpin Umat Israel
“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.” (Matius 2:6).
Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.
Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.
11. Yesus datang atas nama Tuhan
“Orang-orang yang berjalan didepan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru :”Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan…(Markus 11:9).
Pada ayat tersebut orang-orang berseru dalam menyambut kedatangan sus dengan ucapan “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan….” Hal itu menggambarkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. “Hosana” berarti selamat datang. Tidak mungkin Tuhan datang atas nama Tuhan juga. Tuhan yang mana lagi yang datang, jika Yesus itu sendiri adalah Tuhan?
12. Yesus berdoa dan bersaksi dia diutus oleh Tuhan
“Maka mereka mengangkat batu
itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : “Bapa, Aku mengucap
syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa
Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang
berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka
percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 11:41-42).
Ayat tersebut adalah doa Yesus kepada
Allah yang memohon agar orang bernama Lazaru yang telah empat hari mati
supaya dihidupkan kembali dari kuburnya. Permohonan Yesus dikabulkan
oleh Allah, maka keluarlah Lazarus dari kuburnya. Alalh mengabulkan
permohonan doa Yesus, untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia
benar-benar utusan Tuhan.
13. Yesus berdoa di atas bukit
“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian disitu.” (Matius 14:23).
Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Yesus naik ke bukit untuk berdoa seorang diri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu berdoa lagi kepada Tuhan. Jika masih ada Tuhan lain yang dia sembah, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang disembah oleh Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan???
14. Yesus lapar, tidak tahu musim dan mengutuk pohon ara
“Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu :”Jangan lagi seorang pun memakan buahmu selama-lamanya?” Dan murid-muridnya pun mendengarnya.” (Markus 11:1214).
Dikisahkan di dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus merasa lapar, lalu dia mendekati pohon tersebut barangkali ada buahnya untuk dimakan. Ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya. Maka dikutuklah pohon tersebut, karena apa yang dia harapkan dari pohon itu ternyata tidak ada. Jika Yesus itu Tuhan, tanpa mendekatpun dia tahu bahwa pohon itu tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, walaupun belum musim buah, dengan kuasanya dia bisa memerintahkan pohon tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bijaksana, tidak perlu mengutuk pohon yang tidak bersalah. Jika Yesus itu Tuhan, berarti pohon ara tersebut adalah mahkluk ciptaannya. Tentu dengan kemahakuasaannya, dia bisa memerintahkan pohon itu mengeluarkan buahnya seketika itu juga, walaupun bukan musim berbuah.
15. Yesus tidak tahu hari kiamat
"Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)
Berbicara tentang kapan datangnya hari kiamat, Yesus berterus terang bahwa tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga pun tidak tahu, dan Yesus sendiri tiak tahu kapan hari kiamat tiba, kecuali hanya Allah yang tahu. Jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia tahu kapan datangnya hari kiamat itu. Wajar jika ia tidak tahu, sebab memang dia itu hanyalah seorang nabi atau Rasul, bukan Tuhan!
Setiap yang tidak tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan!
Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang memanggil Bapa kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
Yesus memanggil Bapa kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!
16. Tuhan bersaksi tentang Yesus
“Bapa yang mengutus Aku,
Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendenngar
suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” (Yohanes 5:37).
Lagi-lagi Yesus mengaku bahwa dia
diutus Tuhan. Dan Tuhan juga bersaksi akan keberadaan Yesus. Juga suara
Tuhan tidak pernah ada yang mendengar, dan rupa Tuhan juga tidak ada
yang melihatnya. Karena Yesus memberikan kesaksian seperti itu, wajarlah
jika kita mengamininya, karena mustahil Yesus harus berbohong. Jika
Yesus mengaku hanya diutus oleh Tuhan, mengapa kita harus menuhankannya?
Dan jika Yesus bersaksi bahwa rupa Allah tidak pernah ada yang
melihatnya, mengapa rupa Yesus dijadikan sebagai pengganti rupa Allah?
17. Ajaran Yesus berasal dari Tuhan
“Jawab Yesus kepada mereka : “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 7:16).
Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus
terhadap orang-orang Yahudi yang merasa heran ketika Yesus mengajar di
Bait Allah. Mereka heran darimana Yesus mendapat pengetahuan seperti itu
tanpa belajar. Makanya Yesus menjawab bahwa ajarannya bukan berasal
dari dirinya sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutusnya. Dari
jawaban Yesus tersebut dapat kita simpulkan bahwa apa yang Yesus
ajarakan adalah atas bimbingan dari yang mengutusnya yaitu Allah.
Sebagai seorang utusan Allah, wajarlah jika Allah mudahkan dengan
memberi ilmu padanya untuk berbicara atau mengajar.
18. Yesus mengatakan apa yang dia dengar dari yang mengutusnya
“Banyak yang harus Kukatakan
dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah
benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada
dunia.” (Yohanes 8:26).
Yesus berkata kepada orang banyak yag
tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya, dimana Yesus berkata bahwa
nanti dia akan menginggalkan mereka dan pergi kepada yang mengutusnya
yaitu Allah. Dan apa yang dia dengar langsung dari Tuhannya, itulah yang
akan dikatakannya.
- Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukanlah Tuhan.
- Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti yang bukan Tuhan.
- Setiap yang mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
19. Yesus berbicara sesuai apa yang Tuhan ajarkan padanya
“Maka kata Yesus: “Apabila
kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah
Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi
Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan
Ia, yang telah mengutus Aku, ia menyertai aku. Ia tidak membiarkan aku
sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadanya.” (Yohanes 8:28-29)
Karena orang-orang tersebut masih tidak
mengerti bahwa Yesus berbicara kepada mereka tentang Bapanya (Tuhannya),
maka Yesus meneruskan jawabannya bahwa bila mereka meninggikan Anak
Manusia, maka mereka akan tahu siapa dia sebenarnya. Yesus jelaskan
bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, dia berbicara
hal-hal yang diajarkan oleh Bapanya yang mengutusnya, dan dia berbuat
apa saja yang berkenan kepada Bapanya (Allah) dan dia tidak sendirian,
tetapi Tuhan selalu menyertainya.
“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2).
Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus berpuasa dan merasa lapar. Yang berpuasa dan merasa lapara adalah sifat manusia.
Setiap yang berpuasa dan lapar, pasti bukan Tuhan.
Yesus berpuasa dan merasakan lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
21. Iblis membawa Yesus jalan jalan
“Kemudian Iblis membawa-Nya ke kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah.” (Matius 4:5)
Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan bisa dibawa-bawa oleh Iblis, apalagi ditempatkan oleh iblis di atas bubungan Bait Allah. Jika dia Tuhan, mana kekuasaannya sampai dia bisa dbawa-bawa oleh iblis? Hal ini terkesan seperti main-main saja, apalagi iblis memerintahkan agar Yesus meloncat dari bubungan Bait Allah.
“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1).
Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.
Setiap yang ditempatkan iblis ke atas bubungan Bait Allah, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus ditempatkan oleh iblis ke atas bubungan Bait Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya.” (Matius 4:8).
Seandainya Yesus itu Tuhan, tidak mungkin dia bisa dibawa-bawa oleh iblis, apalagi sampai ditempatkan oleh iblis di atas gunung yang sangat tinggi.
Setiap yang dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, pasti bukan Tuhan.
Yesus dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).
Yesus menghardik dan menyuruh Iblis untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Ini berarti iblispun tahu bahwa Yesus mengajarkan tauhid dan dia bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-katanya kepada Iblis sebagai berikut, “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Aku, sebab hanya kepadaKu sajalah engkau berbakti!”
Setiap yang menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti bukan Tuhan!
Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan yang dia sembah yaitu Allah SWT. Ini membuktikan bahwa Yesus hanyalah seorang nabi, rasul atau utusan Tuhan, bukan Tuhan!.
22. Yesus mengaku dia seorang nabi
“Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya.” (Markus 6:4).
Pada ayat tersebu Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan Tuhan.
Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan
23. Yesus berdoa dan mengucap berkat
“Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka.” (Markus 6:41).
Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dunia ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.
Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
24. Yohanes menyebut Yesus “Guru”
“Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita.” (Markus 9:38).
Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan “Guru”. Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tahu Yesus itu Tuhan, tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”. Yohanes (Nabi Yahya) seorang yang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan” karena dia tahu persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang “Guru”.
Setiap yang dipanggil “guru” pasti bukan Tuhan.
Yesus dipanggil “guru” oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Sebab segala firman yang
engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka
telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada –
Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”. (Yohanes 17:8)
Dengan segala kerendahan hati Yesus
mengaku bahwa dia telah menyampaikan segala firman yang Tuhan wahyukan
kepadanya untuk disampaikan kepada mereka para pengikutnya, agar mereka
yakin dan percaya bahwa dia itu adalah utusan yang datang dari Tuhannya.
Ucapan Yesus yang polos dan berhaja tersebut, sangatlah jelas dan sudah
dipahami oleh siapapun. Anak kecilpun paham dakan hal itu.
26. Yesus mengaku hanya Allah saja yang baik
“Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus : “Mengapa kau katakana Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:17-18).
Yesus dipanggil “guru” oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa “tak seorangpun yagn baik selain dari pada Allah saja”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa “tak seorangpun yang baik selain daripada Aku.”
Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.
27. Kata Yesus, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah
“Yesus memandang mereka dan berkata : “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikain bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Matius 10:27).
Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata “segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”
Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?
Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.
28. Anak Manusia, diolok-olok, diludahi dan dibunuh
“Kata-Nya : “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit.” (Markus 10:33-34).
Pada ayat tersebut, Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia adalah Anak Manusia dan dia diludahi, disesah dan akan dijatuhi hukuman mati (dibunuh) dan pada hari yang ketiga, dia akan dibangkitkan oleh Tuhan. Kesimpulannya :
Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dihukum oleh manusia, pasti bukan Tuhan.
Yesus dihukum oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dibunuh manusia, pasti bukan Tuhan.
Yesus dibunuh oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dibangkitkan dari kubur selama tiga hari, pasti bukan Tuhan.
Yesus dibangkitkan dari kubur setelah tiga hari, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi : “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” (Markus 15:28)
Yesus terhitung dalam golongn orang pendosa, mana mungkin tuhan terhitung di antara orng orang pendosa dan menurut perjanjin lama orang yang di salib adalah orang terkutuk... mungkinkah ada tuhan terkutuk.... ya itulah tuhn yesus...
“Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati,
lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang,"
"maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” Ulangan 21:22-23
"maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” Ulangan 21:22-23
30. Yesus tidak berhak, kecuali Tuhan
“Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.” (Markus 10:40)
Ayat tersebut merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus agar kelak mati, mereka bisa duduk disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus. Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan haknya dia, tetapi hak Tuhannya (Allah).
Setiap yang tidak punya hak (kuasa) pasti bukan TUhan.
Yesus tidak punya hak (kuasa), berarti Yesus bukan Tuhan.
Sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia langsung memberikan keputusan kepada Yakobus dan Yohanes.
Setiap yang tidak bisa memberikan keputusan, psati bukan Tuhan
Yesus tidak bisa memberikan keputusan, berarti Yesus bukan Tuhan.
31. Ramalan Yesus yang meleset“Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.” (Markus 9:1).
Sejak Yesus mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005, sudah hampir 2000 tahun lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan fiktif.
32. Ucapan Yesus fiktif, tidak terbukti
“Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkantaan-Ku, yang telah Kukatakan padamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. “Lalu ia membuka pikiran mereka, sehingga mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga,…” (Lukas 24:24-46)
Ucapan Yesus tersebut, sampai saat ini tidak ada seorang pendeta atau pastur, bahkan Paus yang ada di Roma-pun tidak bisa membuktikan kebenaran dari ucapan Yesus tersebut. Jika itu benar-benar ucapan Yesus, apalagi dia sebagai Tuhan menurut agama anggapan Kristen, tentu apa yang diucapkan pasti bisa dibuktikan. Ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis dalam Kitab Taurat Musa, Kitab para Nabi-Nabi dan Kitab Mazmr bahwa “Mesias akan menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga” ternyata setelah dicek, ucapannya itu tidak terdapat dalam kitab-kitab tersebut. Ini membuktikan ucapan Yesus tersebut adalah fiktif, karena tidak bisa dibuktikan.
"Tetapi nabi yang lancang berkata-kata di dalam nama-Ku, yang tidak Aku
perintahkan untuk mengatakannya dan yang berkata dalam nama allah yang lain, maka nabi itu harus mati "
Bahkan menurut hukum taurat nabi yang berbohong harus di hukum mati, mana mungkin tuhan ramalanya meleset???
33. Yesus berikan tanda tidak tepat
“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:40.
Waktu itu beberapa orang ahli Taurat dan orang Farisi meminta sesuatu tanda dari Yesus, dan kepada mereka Yesus berikan suatu tanda nabi Yunus tinggal dalam perut ikan 3 hari 3 malam. Ternyata tanda-tanda yang diberikan Yesus tersebut tidak tepat.
Alasannya sebagai berikut :
Nabi Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam, sementara Yesus berada dalam perut bumi hanya 1 malam 3 hari.
Nabi Yunus selama dalam perut ikan tetap dalam keadaan hidup, sementara Yesus dalam perut bumi dalam keadaan mati.
Kalau Yesus itu benar-benar adalah Tuhan, tentu ramalannya akan tepat atau tidak akan meleset. Ternyata ramalan atau tanda-tanda yang Yesus berikan kepada ahli Taurat dan orang Farisi, tidak tepat atau meleset. Tentu saja ini cukup memberikan suatu bukti bahwa dia bukan Tuhan.
34. Sebagai utusan, Yesus tidak bisa berbuat & menuruti kehendaknya
“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5:30)
Ayat ini merupakan pengakuan langsung dari Yesus bahwa dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri. Juga dia bersaksi bahwa dia tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, melainkan kehendak Tuhan yang telah mengutusnya. Sungguh ini merupakan suatu pernyataan atau pengakuan yaitu begitu polos dan jujur dari Yesus akan keberadaan status dirinya. Dia mengaku bahwa dia hanyalah seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan! Maka wajarlah jika Yesus tidak bisa berbuat menurut kehendaknya sendiri, sebab dia bukan Tuhan tetapi hanyalah sebagai seorang nabi atau rasul yang di utus oleh Tuhan.
Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa menurut kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
Yesus tidak bisa berbuat apa-apa menurut kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
35. Tuhan bersaksi tentang Yesus
“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendenngar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” (Yohanes 5:37).
Lagi-lagi Yesus mengaku bahwa dia diutus Tuhan. Dan Tuhan juga bersaksi akan keberadaan Yesus. Juga suara Tuhan tidak pernah ada yang mendengar, dan rupa Tuhan juga tidak ada yang melihatnya. Karena Yesus memberikan kesaksian seperti itu, wajarlah jika kita mengamininya, karena mustahil Yesus harus berbohong. Jika Yesus mengaku hanya diutus oleh Tuhan, mengapa kita harus menuhankannya? Dan jika Yesus bersaksi bahwa rupa Allah tidak pernah ada yang melihatnya, mengapa rupa Yesus dijadikan sebagai pengganti rupa Allah?
Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Yesus bersaksi bahwa suara Tuhan tidak terdengar, sementara suara dia bisa terdengar, berarti Yesus bukan Tuhan.
Yesus bersaksi bahwa rupa Tuhan tidak terlihat, sementara rupa dia (Yesus) bisa terlihat, itu berarti Yesus bukan Tuhan.
36. Ajaran Yesus berasal dari Tuhan
“Jawab Yesus kepada mereka : “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 7:16).
Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus terhadap orang-orang Yahudi yang merasa heran ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Mereka heran darimana Yesus mendapat pengetahuan seperti itu tanpa belajar. Makanya Yesus menjawab bahwa ajarannya bukan berasal dari dirinya sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutusnya. Dari jawaban Yesus tersebut dapat kita simpulkan bahwa apa yang Yesus ajarakan adalah atas bimbingan dari yang mengutusnya yaitu Allah. Sebagai seorang utusan Allah, wajarlah jika Allah mudahkan dengan memberi ilmu padanya untuk berbicara atau mengajar.
Setiap yang diberikan ilmu oleh Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus diberi ilmu oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mendapat ajaran dari Tuhan, pasti bukan Tuhan
Yesus mendapatkan ajaran dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang diutus oleh Tuhan untuk mengajar, pasti bukan Tuhan.
Yesus diutus Tuhan untuk mengajar, berarti Yesus bukan Tuhan, melainkan Utusan Tuhan
37. Yesus datang atas kehendak Dia yang mengutusnya
“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku, namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” (Yohanes 7:28-29).
Sebelumnya beberapa orang Yerusalem heran kepada Yesus yang leluasa bisa berbicara dan mengajar di Bait Allah, padahal Yesus adalah termasuk orang yang akan mereka bunuh. Rupanya Yesus mengetahui isi hati dan rencana mereka, maka Yesus berkata seperti itu pada mereka.
Setiap orang yang mengajar di Bait Allah, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengajar di Bait Allah, berarti Yesus itu manusia, bukan Tuhan.
Setiap yang datang berasal dari Allah, pasti bukan Tuhan.
Yesus datang berasal dari Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang diutus oleh Allah, pasti dia seorang utusan Allah.
Yesus diutus oleh Allah, berarti Yesus seorang utusan Allah.
Setiap yang datang bukan atas kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
Yesus datang bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi atas kehendak Dia yang mengutusnya, berarti Yesus itu bukan Tuhan.
38. Yesus mengatakan apa yang dia dengar dari yang mengutusnya
“Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” (Yohanes 8:26).
Yesus berkata kepada orang banyak yag tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya, dimana Yesus berkata bahwa nanti dia akan menginggalkan mereka dan pergi kepada yang mengutusnya yaitu Allah. Dan apa yang dia dengar langsung dari Tuhannya, itulah yang akan dikatakannya.
Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukanlah Tuhan.
Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti yang bukan Tuhan.
Setiap yang mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
39. Yesus berbicara sesuai apa yang Tuhan ajarkan padanya
“Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, ia menyertai aku. Ia tidak membiarkan aku sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadanya.” (Yohanes 8:28-29)
Karena orang-orang tersebut masih tidak mengerti bahwa Yesus berbicara kepada mereka tentang Bapanya (Tuhannya), maka Yesus meneruskan jawabannya bahwa bila mereka meninggikan Anak Manusia, maka mereka akan tahu siapa dia sebenarnya. Yesus jelaskan bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, dia berbicara hal-hal yang diajarkan oleh Bapanya yang mengutusnya, dan dia berbuat apa saja yang berkenan kepada Bapanya (Allah) dan dia tidak sendirian, tetapi Tuhan selalu menyertainya.
Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku hanya sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, berarti dia bukan Tuhan.
Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
40. Tuhan lebih besar dari Yesus, walaupun mereka adalah satu
“Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes, 10:29-30)
Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus kepada orang-orang Yahudi yang merasa bimbang kepadanya, apakah Yesus itu Mesias yang ditunggu-tunggu
atau bukan. Mereka minta supaya Yesus berterus terang. Yesus menjelaskan, mereka yang percaya kepadanya akan menjadi dombanya. Maka Yesus berkata pada mereka :
Setiap yang memanggil “Bapa” kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
Yesus memanggil “Bapa” kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mengaku “Tuhan lebih besar daripadanya”, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku “Tuhan lebih besar dari dirinya”, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mengaku Tuhan bersama dirinya, pasti dirinya bukan Tuhan.
Yesus mengaku dirinya bersama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
41.Yesus dalam Tuhan dan Tuhan dalam Yesus
“Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yohanes 10:38).
Ayat tersebut adalah ucapan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya Yesus sebagai anak Allah, sehingga mereka tidak percaya akan apa yang dikerjakan olehnya. Maka Yesus berkata kepada mereka seperti itu. Kesimpulannya jika Tuhan itu berada dalam Yesus tidaklah berarti Yesus itu Tuhan. Sebab yang ada didalam diri Yesus itu hanyalah Ruh dari Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri yang menjelma menjadi manusia Yesus.
42. Yesus berdoa dan bersaksi dia diutus oleh Tuhan
“Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 11:41-42).
Ayat tersebut adalah doa Yesus kepada Allah yang memohon agar orang bernama Lazaru yang telah empat hari mati supaya dihidupkan kembali dari kuburnya. Permohonan Yesus dikabulkan oleh Allah, maka keluarlah Lazarus dari kuburnya. Alalh mengabulkan permohonan doa Yesus, untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia benar-benar utusan Tuhan.
Setiap yang berdoa menengadah ke langit, pasti bukan Tuhan.
Yesus berdoa menengadah ke langit, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mengucapkan syukur kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengucapkan syukur kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus diutus oleh Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
43. Yesus mengaku bahwa dia lebih rendah dari Tuhannya
“Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:16-17).
Ayat tersebut merupakan nasihat sekaligus teladan Yesus khusus kepada murid-muridnya, ketika dia membasuh kaki mereka sebagai tanda perpisahannya dengan mereka kelak, agar mereka mendapat bagian dalam kehidupan. Ucapan Yesus yang mengatakan kepada mereka bahwa seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya, sama saja berarti Yesus tidak lebih tinggi dari Tuhannya. Juga bahwa Yesus bahwa seorang utusan tidak lebih tinggi dari yang mengutusnya, berarti Yesus tidak lebih tinggi dari Tuhan yang mengutusnya. Ini semua membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, melainkan manusia biasa.
Setiap yang mengaku hamba Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku dia hanyalah hamba Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap orang yang mengaku utusan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku dia diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
44. Tidak seorangpun yang sampai kepada Allah tanpa melalui Yesus“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorangpun yang datang ke Bapa, kalau tidak melalui aku.” (Yohanes 14:6)
Semua umat Kristen, hamper dapat dipastikan hapal diluar kepada ayat ini. Bahkan ayat ini termasuk salah satu ayat emas yang sangat diandalkan oleh umat Kristiani dimanapun mereka berada :”Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” justru memberikan bukti bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Yang Tuhan itu adalah Bapanya yaitu Allah SWT.
Setiap yang mengaku datang dari Bapa (Tuhan), pasti bukan Tuhan!
Yesus mengaku datang dari Bapanya (Tuhan), berarti Yesus bukan Tuhan.
45. Yesus dikendalikan oleh Allah
“Tapi percayakah engkau, bahwa aku didalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang aku katakana kepadamu, tidak aku katakana dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 14:10).
Ucapan Yesus tersebut beserta bukan berarti bahwa dialah Tuhan itu sendiri, tetapi Ruh yang dari Allah itu yang berada dalam dirinya. Dan apa yang Yesus lakukan sebenarnya atas bimbingan Tuhan. Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Sebab jika Yesus itu Tuhan, kok dalam diri Tuhan ada Tuhan lagi? Tuhan yang mana lagi?
Setiap yang besera dengan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus beserta Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang melakukan suatu pekerjaan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus melakukan pekerjaan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang tidak bisa melakukan atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
Yesus tidak melakukan atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
46. Tuhan lebih besar daripada Yesus
“Kamu telah mendengar, bahwa
aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali
kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi AKu, kamu tentu akan bersukacita
Karena aku pergi kepada Bapa Ku, sebab Bapa lebih besar dari [ada aku.” (Yohanes 14:28)
Pengakuan Yesus tersebut sangat jelas
bahwa dia hanya orang kecil, tidak sama seperti Bapanya (Allah). Tapi
anehnya umat Kristiani tidak mengikuti pengakuan Yesus tersebut, malah
Yesus dijadikan sederajat sama dengan tuhan. Yesus berkata dengan jujur,
bahwa Bapanya (Allah) lebih besar dari dia. Dan Yesus tidak mengakui
atau mengatakan bahwa dia dan Bapanya (Allah) adalah sama besarnya,
tidak!!
- Setiap yang pergi kepada Bapanya (Allah), pasti bukan Allah.
- Yesus pergi kepada Bapanya (Allah), berarti Yesus bukan Allah.
- Setiap yang mengaku lebih keci dari tuhannya, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengaku lebih kecil dari Tuhannya, berarti Yeses bukan Tuhan.
47. Yesus datang dari Tuhan dan pergi kepada Tuhan
“Aku datang dari Bapa dan AKu datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” (Yohanes 16:28)
Ayat ini bukan kata-kata Yesus dalam
bentuk perumpamaan atau kiasan, tetapi benar-benar dalam arti yang
sesungguhnya, sehingga mudah dipahami. Anak kecil pun paham bahwa Yesus
bukan Tuhan, karena Yesus tidak mengakui atau mengatakan bahwa dialah
Tuhan, Allah mereka, tidak!! Dari pengakuan Yesus yang jujur dan polos
tersebut bahwa dia datang dan pergi meninggalkan dunia dan menuju kepada
Bapanya, dapat kita pahami dalam bentuk silogisme berikut ini:
- Setiap orang yang mengaku datang dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengaku bahwa dia datang dari TUhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang pergi kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
- Yesus pergi kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
48. Yesus mengaku Allah itu Esa dan dia hanyalah utusan-Nya
“Inilah hidup yang kekal itu,
yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan
mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)
Kata-kata tersebut adalah doa Yesus
kepada murid-muridnya sebelum dia ditangkap dan dibunuh. Sebenarnya
ucapan Yesus tersebut merupakan dua kaliamt syahadat, sekaligus sebagai
bukti Yesus juga mengajarkan Tauhid. Pengakuan Yesus bahwa satu-satunya
yang benar adalah Allah dan dia diutus oleh Tuhan, memberikan pengertian
bahwa Yesus itu bukan Tuhan, tetapi hanya seorang utusan Tuhan saja.
- Setiap yang mengaku bahwa satu satunya yang benar hanyalah Allah, berarti Allah itu tidak lebih dari satu
- Yesus mengaku Allah itu hanya satu satunya berarti Yesus bukan allah
- Setiap yang mengakui bahwa dia di utus oleh Allah, berarti dia bukan Allah.
- Yesus mengaku dia diutus oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.
49. Yesus menerima firman Tuhan dan menyampaikannya
“Sebab segala firman yang
engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusamapikan kepada mereka dan mereka
telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada –
Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”. (Yohanes 17:8)
Dengan segala kerendahan hati Yesus
mengaku bahwa dia telah menyampaikan segala firman yang Tuhan wahyukan
kepadanya untuk disampaikan kepada mereka para pengikutnya, agar mereka
yakin dan percaya bahwa dia itu adalah utusan yang datang dari Tuhannya.
Ucapan Yesus yang polos dan berhaja tersebut, sangatlah jelas dan sudah
dipahami oleh siapapun. Anak kecilpun paham dakan hal itu.
- Setiap yang mengaku mendapat dan menerima dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengaku mendapat dan menerima firman dari Tuhan, pasti bukan tuhan.
- Setiap yang mengaku dia datang dari Tuhan pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengaku dia datang dari “Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan
- Setiap yang mengaku bahwa dia diutus oleh Tuhan, berarti dia utusan Tuhan.
- Yesus mengaku dia hanya diutus oleh Tuhan, berarti dia hanya seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan !!.
51. Yesus suruh mengambil keledai tanpa izin pemiliknya
“Ketika Yesus dan
murid-muridnya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang
terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya: dengan
pesan: “Pergilan ke kampung yang didepanmu itu. Pada waktu kamu masuk di
situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang
belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari.
Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu,
Jawablah : Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya kesini.” (Markus 11:1-3).
Ayat tersebut memberikan kesan, seolah Yesus bukan orang yang mengajarkan etika dan akhlak yang baik.
Sebab mengambil barang milik orang tanpa
minta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya, itu merupakan perbuatan
yang tidak terpuji. Juga seolah dia orang terkenal dan berkuasa, maka
boleh seenaknya saja mengambil barang orang lain tanpa setahu
pemiliknya.
“Jadi seluruh kaum Israel
harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu
salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kisah Rasul 2 :36).
Masih dalah konteks kotbah Petrus kepada
murid-murid Yesus, dia katakana bahwa orang Esrael harus tahu bahaw
Allah telah membangkitkan Yesus yang disalibkan itu menjadi Tuhan dan
Kristus. Rasanya sangat janggal bahwa Allah menjadika Yesus sebagai
Tuhan.
- Setiap yang dibangkitkan oleh Allah, pasti bukan Allah.
- Yesus dibangkitkan oleh Allah, Allah berarti Yesus bukan Allah.
Jika Allah menjadi Yesus Tuhan, berate
ada tuhan selain Allah. Jika Yesus sudah dijadikan Tuhan, bearti Tuhan
itu lebih dari satu. Padahal Yesus beraksi dalan Injil Markus 12: 29,
bahwa Tuhan itu Esa. Ini berarti dia itu bukan Tuhan.
“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa “ (Markus 12:29)
52. Yesus berdiri sebelah kanan Allah
“Lalu katanya : “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah.” (Kisah Rasul 7:56).
Ayat tersebut adalah ucapan Stefanus dan
bukan ucapan dari Yesus sendiri. Penglihatan Stefanus tersebut sungguh
tidak rasional. Bagaimana Stefanus bisa melihat bahwa Yesus duduk di
sebelah kanan Allah? Jika Yesus yang adalah Anak Manusia berdiri
disebelah kanan Allah, sementara Yesus itu sendir adalah Tuhan (Allah),
berarti ada dua Allah. Allah yang satu berdiri disebelah kanan dan Allah
yang satu lagi berdiri disebelah kiri.
- Setiap yang disebut Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
- Yesus disebut sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang berdiri disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus berdiri disebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
53. Allah membangkitkan Yesus sebagai juruselamat bagi orang Israel
“Dan dari keturunannyalah,
sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan
Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” (Kisah Rasul 13:23).
Yang dimaksud dengan “dari keturunannya”
yaitu dari keturunan Daud. Paulus mengatakan, dari keturunan Daud inilah
akan lahir seorang juruselamat bagi orang Israel yang bernama Yesus.
Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwa sesungguhnya Yesus itu
adalah Juruselamat, tapi hanya Juruselamat bagi kaumnya saja, yaitu Bani
Israel.
- Setiap orang yang dibangkitkan oleh Allah, pasti bukan Allah.
- Yesus dibangkitkan oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.
Bahkan dalam Injil Matius 15:24, yesus sendiri mengaku dia diutus hanya untuk umat Israel.
Jawab Yesus : “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)
54. Yesus minta kepada Bapa / Tuhan seorang penggantinya
“Jikalau kamu mengasihi Aku,
kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan
ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia
menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-17).
Sebelumnya Yesus meninggalkan dunia ini,
dia meminta kepada Bapanya (Tuhannya) agar supaya mereka memberikan
seorang Rasul sebagai pengganti untuk meneruskan risalahnya.
- Setiap yang meminta seorang pengganti kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus meminta seorang pengganti, kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Jikalau kamu mengasihi Aku,
kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa,
Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya,(17) yaitu
roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-16).
Yang dimaksud dengan Seorang Penolong atau Penghibur atau roh kebenaran dalam bahasa Yunani = Parlichtus / Paralectos, yang dalam bahasa Arab berasal dari akta “Hmad”, yang Nasharni jaman dulu menulis dengan kata “Ahmad” yang berarti “Yang terpuji”.
Bukti ayat lainya adalah berbicara
tentang Yesus sebagai penebus dosa manusia, yang menurut umat Kristiani
Yesus mati dalam rangka untuk menebus dosa-doa manusia. Nah bagaimana
para ilmuan tentang hal itu? Simak pendapat mereka sebagai berikut :
Socianus (1539 – 1604)
“Jika pengorbanan Yesus adalah mutlak dan
tidak terbatas meliputi segalanya, maka manusia boleh bebas sepenuhnya
berbuat sesuka hatinya. Dan jika doktrin penebusan dosa benar, maka
humum Tuhan tidak lagi berlaku mengikat hamba-Nya, karena hukuman atas
segala dosa telah dibayar oleh Yesus.”
“Bahwa untuk tujuan pengorbanan seperti
yang ditimpakan kepada Yesus dengan penderitaan dan kesengsaraan yang
amat mengerikan, itu sangat memuakkan bagi pemikiran manusia modern dan
dianggap suatu doktrin yang sangat menyeramkan.”
George Bernard Shaw
“Saya lebih suka memikul tanggung jawab
moral saya, tidaklah baik lagi saya untuk membebankan dosa-dosa pada
kambing hitam penebus dosa. Saya akan kurang berhati-hati terhadap dosa,
apabila saya tahu bahwa hal itu sama sekali tidak merugikan saya.”
William Ellery Charing (1780 – 1842)
“Pengorbanan itu harus manusia yang
melakukan untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia. Jika Yesus itu Tuhan,
mengapa justru Tuhan yang mengorbankan diri-Nya untuk manusia? Ini tidak
masuk akal sehat! Tuhan dapat saja mengampuni dosa-dosa manusia dengan
tidak menggunakan kekerasan dan cara yang keji.” (disiksa sampai mati
dipaku dikayu salib
" Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah."
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya."
"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka."
"Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka." Matius 5:27-30
55. Yesus takut dan gentar, kemudian sujud dan berdoa, mana mungkin tuhan penakut.... kemudian sujud dan berdoa....
"Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,"
"lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
"Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
"Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?"
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
"Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Matius 26:37-42
56. Yesus ketakutan pada malaikat dan semakin bersungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan“Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya."
"Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Lukas 22:43-44).
Malaikat yang memberi kekuatan kepada Yesus adalah malaikat utusan Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Yesus ketakukan kepada seorang malaikat? Ini berarti malaikat lebih tinggi kekuasaannya dari pada Yesus. Dengan semakin bersungguh-sungguh Yesus berdoa, ini menandakan bahwa Yesus ketakutan dengan datangnya malaikat utusan Tuhan tersebut. Dalam gambar terlihat secara simbolis kaum kristen kalo berdoa melempit tangan padahal seharusnya sesuai hukum taurat adalah menengadahkan tangan :
”Oleh karena itu Aku ingin, supaya dimana orang laki-laki berdoa dengan menengadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.” (1 Timotius 2 : 8).
Jika Yesus itu seorang Nabi, sangat wajar sekali jika dia merasa ketakutan, karena dia hanyalah seorang manusia biasa utusan Allah. Tentu akan sangat merendahkan ketuhanan Yesus sendiri, jika dia sebagai Tuhan harus mengalami ketakutan kepada seorang malaikat saja.
Setiap yang takut kepada malikat Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus ketakutan kepada malaikat Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang menerima kekuatan dari malaikat, pasti bukan Tuhan.
Yesus menerima kekuatan dari malaikat, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang sungguh-sungguh berdo`a kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus semakin sungguh-sungguh berdo`a kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mengeluarkan peluh titik-titik darah ketanah saking takutnya, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengeluarkan peluh titik-titik darah ketanah saking takutnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
57. Yesus berseru panggil Tuhannya“Kira-kira
jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama
sabakhtani?” Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan
Aku?” (Matius 24:46).Ketika Yesus dipaku dan digantungkan dikayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut :
Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepad Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib.
Jika didalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.
Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
58. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).
Pada ayat tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak pernah mendakwahkan kemana-mana bahwa dia Anak Tuhan. Karena dia tahu persis bahwa dia hanyalah seorang anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya, Maria. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa mengampuni dosa manusia, tanpa harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan
Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
Yesus mati dan menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan
Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia, pasti bukan Tuhan.
Yesus mati menebus dosa manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Kakta Yesus kepadanya:
janganlah engkau memegang aku, sebab aku belum pergi kepada Bap’ tetapi
pergilah kepada saudara – saudara – Ku dan katakanlah kepada mereka,
bahwa mereka sekarang akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah
Ku dan Allahmu” (Yohanes 20:17).
Ayat tersebut merupakan ucapan Yesus
setelah kebangkitannya pada hari yang ketiga, lalu menampakkan dirinya
kepada seorang wanitabernama Maria Magdalena yang sedang mencari mayat
yesus.
Ketika mareia Magdalena mengetahui bahwa
Yesuslah yang dihadapkan dia, Maria mau memegang namun Yesus menolak dan
berkata, “Jangalah engkau memegang Aku, sebab aku belum pergi kepada
Bapa, tetapi pergilahkepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada
mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku da Bapamu, kepada
Allah-Ku dan Allahmu”
Dari ayat yang tertulis di atas ini dapat kita pahami bahwa:
- Setiap yang mau pergi kepada Bapanya (Allah), pasti bukan Allah.
- Yesus mau pergi kepada Bapanya (Allah), berti Yesus bukan Allah.
- Yesus mengaku akan pergi ke Bapa (Allah) dan Bapa kita (Allah), berati Yesus bukan Allah. Tuhan yang Yesus sembah adalah Tuhan!.
60. Yesus duduk disebelah kanan Allah
“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah.” (Markus 16:19).
Penulis Alkitab menulis bahwa Yesus
terangkat ke sorga lalu duduk disebelah kanan Allah. Terangkatnya Yesus
ke sorga, bukan berarti bahwa dengan kekuatannya sendiri lalu dia naik
dan terbang atau melayang ke langit, lalu duduk disebelah kanannya
Allah. Yang mengangkat beliau (Yesus) ke langit adalah Allah
itu sendiri.











0 komentar:
Posting Komentar